Tari tradisional berdasarkan nilai artistik garapannya dibagi menjadi 3 yakni tari primitif, tari rakyat dan tari klasik. Sedangkan tari kreasi baru dibagi menjadi 2 yakni tari kreasi baru yang bersumber pada pola tradisi, dan tari kreasi baru yang tidak berpijak pada pola tradisi yang ada. 2. Jenis Tari Berdasarkan Pola Garapan a. Tari Tradisional Tari Tayub dari Jawa, tari Gandrung dari Sasak, Joged Bumbung dari Bali, Gareng Lamen dari Flores, dan hampir semua tarian perang dari Papua menggunakan pola lantai garis lurus dan garis lengkung. Tarian Joged Melayu atau Zapin yang melibatkan penonton dapat menari bersama banyak menggunakan pola lantai garis lurus dan garis lengkung. Sebagai jenis tari klasik, sejarah Tari Serimpi sudah ada sejak masa Kerajaan Mataram pada masa pemerintahan Sultan Agung. Baca juga: Tari Gambyong: Gerakan, Pola Lantai, Properti, Iringan, dan Maknanya. Dilansir dari laman Kemdikbud, Tari Serimpi dianggap sakral karena hanya dipentaskan di dalam lingkungan keraton sebagai bagian dari ritual Dalam pelaksanaannya, tari Perang akan dipentaskan di sebuah tanah lapang guna memudahkan para penari untuk bergerak. Gerakan pada tari Falabea, menyiratkan makna tentang rasa syukur pada Sang Pencipta. Keberadaan dari tari ini, tentu saja tidak lepas dari sejarah yang menjadi latar belakangnya. Pada zaman dahulu, masyarakat Papua cukup sering .

pola lantai tari tayub